Kisah Pilu Pak Juri, Ditangani ACT

Surakarta, me – Hidup dengan kondisi rumah yang kurang layak huni, Juri (61) bertahan hidup dengan penyakit gula dan luka ulkusnya yang dideritanya. Tinggal sebatangkara di tepi bantaran pintu air Demangan Surakarta tepatnya di Kelurahan Sangkrah RT 01/RW 07 Kecamatan Pasar Kliwon,Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Lagi-lagi karena faktor ekonomi, sehingga membuat penyakit yang dideritanya kian hari makin memburuk hingga akhirnya menyebabkan luka pada kakinya sebelah kiri akibat pengecekan kadar gula yang tidak bisa dilakukan secara rutin. Sebelum terkena diabetes Bpk Djuri adalah sosok pekerja keras. 

 Hidup di rumah yang atapnya masih dapat ditembus oleh panasnya terik matahari dan saat  musim hujan tiba, seketika itu airnya membuat kondisi rumah basah semua, sehingga sama sekali tidak bisa ditempati serta tempat tidur yang serba alakadarnya. 

Tim Mobile Social Resque (MSR ) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo  selama 2 bulan terakhir ini telah berkesempatan untuk melakukan pendampingan mulai dari cek kesehatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah sampai dilakukannya  pengobatan bedah luka ulkus akibat penyakit gulanya tersebut pada (18/5).

Seperti siang ini (17/6) tim medis MSR-ACT Solo kembali untuk melakukan aktivitas rutin harian untuk membantu Bapak Juri mengganti perban yang membalut luka ulkus dikakinya. Serta memberikan edukasi kepada Bapak Juri dalam merawat luka dan cara mengganti perban.
Ardiyan Sapto selaku Tim program dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo mengatakan bahwa pendampingan untuk bapak Juri akan terus dilakukan. ACT juga memberikan bantuan pakaian dan perlengkapan sehari-hari.

“setiap dilakukannya pendampingan, kami melihat Bapak Juri tidak pernah ganti pakaian, dan kami pun menyakan hal tersebut kepada Bapak Juri dan beliau mengatakan hanya mempunyai 2 stel pakaian saja” Imbuh ardiyan

Kondisi yang cukup parah dengan luka ulkus tersebut, saat ini Bapak Juri hanya bisa  mengandalkan bantuan makan tiap harinya dari tetangganya. Harapan besar ACT Solo ialah mengajak masyarakat  untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaiakan persoalan kemanusiaan seperti ini.
(Nug)

Posting Komentar

0 Komentar