Muralfest di Bekas Pasar Relban

Bang Usye pelukis senior Blora ikut meramaikan muralfest
Pasar Relban dipindah
Blora-ME, Dua bulan sudah pedagang di Pasar Induk Blora, termasuk para pedagang di Pasar Relban pun telah dibongkar habis, dari ujung barat hingga ujung timur, telah kosong, tinggal menyisakan jalan yang tadinya rel kereta api, kini berubah menjadi jalan. Meskipun belum mulus dan masih banyak lubang. Pemerintah Kabupaten Blora, ingin segera memanfaatkan bekas pasar itu, menjadi kawasan ekonomi baru yang berbasis kerakyatan. Bupati Blora, Djoko Nugroho, menginstruksikan untuk mengubah menjadi pusat kuliner, kaki lima seperti ruas jalan yang terkenal di Yogyakarta, yaitu Jalan Malioboro, menjadi kawasan dan pusat ekonomi baru yaitu Jalan Maliobloro, serupa tapi tak sama.

Muralfest digelar
Sebagai langkah awal, diadakanlah Muralfest, yaitu festival mural, melukis dengan media tembok. Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan warna baru, sekaligus untuk memanfaatkan tembok - tembok bekas pasar itu, agar menjadi lebih berseni dan indah. Sebagaimana banyak menjadi trend di kota - kota besar, yang memberikan ruang bagi para seniman untuk mempersembahkan karya seni khas kaum urban kota. Dengan mengambil thema " Maliobloro " puluhan seniman dari berbagai aliran terjun, melukis tembok sebagai media lukisannya.

Pelukis senior Blora
Berbagai thema lukisan ditampilkan, termasuk Bang Usye, pelukis senior, asli dari Blora, yang kebetulan kembali dari Surabaya, setelah selama lebih dari 15 tahun merantau. Kini memutuskan pulang kampung, dengan satu tekad, untuk membangun dan memajukan seni budaya di Blora, khususnya dibidang seni rupa.
" Saya ingin bisa berpartisipasi banyak dan aktif dalam pembangunan Blora, yang saat ini telah banyak perubahan, termasuk di bidang seni dan budaya, dan ternyata mendapatkan ruang dan fasilitas untuk berekspresi dalam seni rupa, termasuk seni lukis," ungkapnya. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar