CSR PGN UNTUK PARA SANTRI

Santiaji Gunawan dari PGN membuka workshop "Pesantrenku Bersih Sehat"
Workshop Santri Bersih
Blora-ME, Bertempat di Pondok Pesantren Al Hikmah, Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora Kota, selama dua hari berturut - turut (15-16/3/2019) akan digelar workshop yang bertema " Pesantrenku Bersih, Sehat", kegiatan tersebut bekerjasama dengan salah satu Badan Usaha Milik Negara, yang bertugas dalam pengelolaan gas Negara, yaitu PT. Perusahaan Gas Negara TBK, atau yang disingkat PT PGN, bersama PP RMI NU atau Asosiasi Pondok Pesantren Indonesia. Dalam sambutannya, Dirut PGN, yang diwakili oleh Group Strategic Stakeholder Management, Santiaji Gunawan mengungkapkan peran PT PGN TBK.
"Ini adalah bentuk tanggungjawab sosial PGN dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus mendukung program pemerintah meningkatkan mutu Pondok Pesantren dan para santrinya agar bersih dan sehat," paparnya.

Santri anti radikalisme
Dalam sambutannya, Ketua PP RMI NU, Asosiasi Pondok Pesantren, sekaligus Staf Khusus Bidang Keagamaan, Kyai Haji Abdul Ghofarozzin, juga menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan bagi Pondok Pesantren dan santri - santrinya.
" Pondok Pesantren sekarang harus berubah, santri - santri harus bisa menjaga kebersihan dan kesehatan, agar terbebas dari kuman - kuman penyakit, karena ini penting untuk mendukung proses belajar mengajar, sekaligus membangun akhlakul karimah yang baik." ujarnya kepada para tamu undangan yang hadir dalam pembukaan workshop tersebut. "Di samping itu, kebersihan hari dan akal sehat juga harus dijaga, dari pengaruh radikalisme Islam, santri harus waspada penyebarannya melalui berita - berita hoaks, kedepankan tabayyun, kepada para Kyai pengasuhmu di Pondok, jangan ditelan mentah, karena itu berbahaya, bisa merusak mental bangsa," tambah Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan itu.

Hilangkan stigma "kemproh"
Stigma kehidupan para santri, yang kurang menjaga kebersihan dan kesehatan, diakui oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah.
" Dulu saat saya mondok di Kajen, kehidupan para santri sangat tidak disiplin, kurang menjaga kebersihan dan kesehatan alias kemproh, kini kami selaku pengelola Pondok Pesantren Al Hikmah, akan berupaya mengubah stigma itu, Pondok Pesantren dan santrinya harus bersih, sehat dan disiplin, beruntung upaya kami mendapatkan dukungan dari PGN, yang membantu penyelenggaraan workshop ini, semoga ke depan bisa didukung kembali," ungkap Gus Faiz panggilan akrab Ahmad Faishol Najib. Pondok Pesantren Al Hikmah yang berdiri sejak tahun 1988, itu memiliki 500 santri yang mondok, dan 1000 santri kalong atau pulang ke rumah. Melalui workshop ini, diharapkan akan menimbulkan kesadaran para santri, akan pentingnya kebersihan dan kesehatan di lingkungan Pondok Pesantren. (Rome)

Posting Komentar

2 Komentar