BALADA SI KECIL ARDI..

Ardi didampingi ibu - ibu pegiat aksi Sosial Kemanusiaan Blora
Blora-ME, Sungguh malang nasib anak kita, Ardianto Saputra, warga Dukuh Larangan, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, yang harus mengalami luka bakar 70% di sekujur badannya, lantaran bermain bahan yang mudah terbakar. Kronologis peristiwanya menurut pengakuan sang anak, meskipun tulisan ini tidak bermaksud untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Bermula, pada tanggal 26 Agustus 2018, yang telah berlalu, Ardi bermain bersama anak - anak tetangganya, yang juga sebayanya, sebut saja Sial, bermain membuat api unggun dengan menggunakan spirtus dan korek api. Entah bagaimana kejadiannya, tiba - tiba Ardi terbakar di sekujur tubuhnya. Karena panik, Sial berusaha menyiram dengan air limbah cucian yang masih mengandung deterjen. Sementara sabun deterjen sendiri juga mengandung minyak, sebagai bahan bajunya, sehingga api tidak bisa mati. 

Akibat dari itu, Ardi mengalami luka bakar serius, di badannya, dan harus menjalani operasi sebanyak 23 kali, yang tentunya menghabiskan biaya yang tidak sedikit, bagi pasangan Radi dan Mintarsih, yang hanya bekerja serabutan, sebagai buruh tani, dan memelihara ternak tetangganya. Beruntung mereka mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga seluruh biaya operasi ditanggung oleh negara. Namun untuk biaya pulang pergi dari Blora - Semarang untuk kepentingan operasi dan kontrol anaknya, selama 5 bulan itu, mereka harus merelakan bagian depan rumahnya, dijual Rp. 6 juta, demi kesembuhan anaknya. Dan yang sungguh tidak dapat masuk logika, orang tua Sial, tidak pernah sekalipun menengok Ardi, yang notabene adalah tetangga dekatnya. Meskipun peristiwa ini adalah murni tidak disengaja, kenyataan pahit ini, seyogyanya juga turut berempati, meskipun mereka sama - sama miskin, namun setidaknya, perhatian dan rasa memiliki tanggungjawab haruslah ada, kita miskin harta, tapi jangan sampai miskin hati nurani. 

Namun Tuhan memang Maha Atas Segalanya, dengan Petumjuk dan Rahmat-NYA, justru digerakkanlah manusia - manusia yang lain untuk membantu mereka. Komunitas netizen filantropis, dan berbagai pihak termasuk jajaran dari Kepolisian Sektor Tunjungan bergerak membantu mereka dengan ikhlas, mulai dari uang, sembako, hingga fasilitas kendaraan disiapkan untuk membantu mereka. Dengan tulus, tanpa memiliki motivasi politik, Suku, Agama ataupun Ras, bahkan untuk keuntungan pribadi. Tuhan memang Maha Adil, dibalik kesusahan pasti ada jalan untuk mereka. 

Hingga saat ini kondisi Ardi, sudah mulai membaik, tinggal satu operasi, yaitu operasi perlengketan ketiaknya, yang akan dilaksanakan setelah luka - luka operasi itu mengering. Mari kita doakan agar semuanya berjalan lancar. Dan ini bisa kita ambil hikmahnya, sebagai orang tua agar senantiasa mengawasi permainan anak - anak kita, agar tidak terjadi Ardi - Ardi yang lain. (rome)

Posting Komentar

3 Komentar

  1. semoga tidak terjadi lagi musibah ke ardi..ardi yang lain, semoga dengan kejadian ini kita sebagai ortu lebih waspada😊

    BalasHapus
  2. Semoga ada donatur yg bisa bantu biaya transportasi...nya

    BalasHapus