"Salah satu Petani Tebu yang juga Pengurus APTRI Kabupaten Blora, Chairul pastikan demo ribuan petani tebu untuk tagih janji Direktur Utama Bulog, untuk memperbaiki PG GMM - Bulog agar bisa giling kembali"
Buka Posko Perjuangan
BLORA, ME - Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora dan anggotanya yang terdiri dari buka Posko Perjuangan bersama menggalang donasi, persiapan untuk menggelar demonstasi yang rencananya akan digelar di Alon - Alon Blora, hari Kamis tanggal 2 April 2026. Hal itu disampaikan oleh Chairul, salah satu Petani sekaligus Anggota APTRI Kabupaten Blora yang menjadi tempat berdirinya Posko Perjuangan tersebut.
Kepada Monitor Ekonomi, Chairul menyampaikan bahwa demo tersebut harus dilakukan untuk menagih janji Direktur Utama Bulog, yang mengatakan akan memberikan anggaran perbaikan mesin giling yang rusak itu, saat bertemu dengan Pengurus APTRI Kabupaten Blora beberapa waktu yang lalu, di Kantor Bulog Pusat.
"Kita tidak mau lagi dibohongi, ditipu oleh mereka - mereka para pejabat Direksi Bulog, katanya anggaran untuk perbaikan PG GMM Bulog akan diturunkan, mana buktinya sampai sekarang, lha ini malah ratusan tenaga kontrak diberhentikan, jelas kami berpikir ini tidak baik - baik saja, pabrik jelas akan ditutup, lha terus bagaimana nasib ribuan petani tebu kita nantinya!" tandasnya dengan raut muka penuh amarah.
Tiga Tuntutan APTRI
Saat Monitor Ekonomi mendatangi Posko Perjuangan APTRI dan Petani Tebu Blora yang terletak persis di depan makam Desa Tinapan, terlihat spanduk - spanduk yang berisi tiga tuntutan aksi dan aspirasi para petani tebu Blora, yang pada intinya adalah meminta kepada Dirut Bulog untuk 1. Memperbaiki mesin giling PG GMM Bulog, 2. Ganti Manajemen PG GMM Bulog dengan orang - orang yang profesional dan 3. Audit Keuangan PG GMM Bulog.
"Kenapa PG GMM Bulog selalu mengalami kerugian dalam setiap operasional gilingnya, ini harus diaudit karena menggunakan keuangan negara, dan uang negara itu dipungut atau dibiayai dari pajak - pajak kita, dugaan kami penggunaannya ada penyelewengan, masak setiap giling selalu rugi, berarti ada yang tidak beres operasionalnya," ujarnya.
Sebelumnya Ketua APTRI Kabupaten Blora, Sunoto juga telah mengatakan bahwa pihaknya telah berkonsolidasi dengan anggotanya dan seluruh petani tebu se Kabupaten Blora, dan hasil konsolidasi tersebut, memastikan jalan yang harus ditempuh adalah menggelar demonstrasi di Alon - Alon Blora, pada tanggal 2 April 2026 atau hari kamis nanti, dalam surat pemberitahuan itu disampaikan membawa massa sebanyak 5000 petani yang akan diangkut di 200 unit truk.
"Kita akan minta dan sampaikan langsung kepada Pak Presiden Prabowo saat demo nanti, agar bisa selamatkan petani tebu Blora, karena jika tidak dibantu Presiden, Petani Tebu Blora bisa bangkrut, kemarin tahun 2025 rugi Rp. 75 Milyar, tahun ini kalo tidak ada giling lagi bisa menjadi jatuh miskin, dan kita tidak bisa bayar hutang di Bank," ungkap Sunoto. (Rome)










0 Komentar