Histeris Keluarga, Teriak Nyawa Dibalas Nyawa

Danang, anak korban pembunuhan Dalang Anom Subekti bersama 3 orang, teriak histeris menuntut hukuman mati pelaku 

Rekonstruksi Kasus Turusgede

Rembang, ME - Tangis haru mewarnai rekontruksi kasus pembunuhan keluarga seniman Anom Subekti di Kabupaten Rembang, Kamis (4/3). Keluarga korban histeris saat melihat jalannya rekontruksi. 

Rekonstruksi digelar di rumah korban di Desa Turusgede Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Sebanyak 53 adegan direka ulang oleh tersangka Sumani. 

Salah satu anak Korban, Danang tampak emosi usai melihat tersangka menjalankan rekontruksi. Ia bahkan terus berteriak  dan melontarkan kata-kata kasar kepada tersangka. 

"Nyawa dibalas nyawa. Kalau tidak dihukum mati saya yang akan bunuh Sumani," katanya. "Tak openi sepuluh tahun kok mung mbok kepruk (Saya rawat 10 tahun kok cuma kamu pukul)," lanjutnya. 

Dijaga Ketat Aparat 

Selama jalannya rekonstruksi  penjagaan ketat dilakukan  aparat kepolisian. Garis polisi dipasang di depan gang masuk arah lokasi. Sejumlah warga pun dilarang mendekat ke lokasi. Bahkan sejumlah media pun dilarang mengambil gambar dari dalam. 

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengungkapkan, dalam kasus ini tersangka diancam maksimal hukuman mati. 

"Ancaman maksimal mati. Kita kenakan pasal 340, Curas," jelasnya. (Meg/me)

Posting Komentar

0 Komentar