Bumdes Maju Mapan Sukses Berdayakan Pemuda Kreatif

Tiga pemuda kreatif Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora sedang  menyablon kaos pesanan komunitas pecinta burung

"Kepala Desa Muda Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Laga Kusuma sukses berdayakan pemuda yang kreatif  warganya, melalui Bumdes Unit Usaha Sablon dan Percetakan Maju Mapan"

Laga Kusuma
Rekrut Pemuda Kreatif

BLORA, ME - Tiga pemuda warga Desa Bangsri, sibuk menata kain - kain kaos hitam, diatas triplek yang terpasang urut berjajar dengan jarak dan ketinggian yang sama, potongan bahan kaos berbahan katun combat 20 berwarna hitam itu, sedianya akan disablon tulisan, pesanan komunitas pecinta burung ocehan.

Setelah bahan kaos terpasang rapi, Muklis mengambil screen yang berisi hasil film desain kaos tersebut, dan meletakkan di atas kaos, kemudian dituangkan tinta karet putih, sejurus kemudian dikesut, dan muncul gambar huruf sesuai desain yang dipilih oleh pemesannya. Usai dikesut, Bayu mengeringkan hasil sablonan itu dengan alat pengering atau hair dryer.

"Kebanyakan pesanan kami dari komunitas pecinta burung kicauan, komunitas otomotif dan pecinta trail dan tim balap motor, teman dari pak Kades muda kami, Pak Laga, beliau sendiri yang bertindak sebagai marketing usaha sablon kami," ungkap Koirul, Ketua Unit Usaha Sablon dan Percetakan Maju Mapan, Desa Bangsri.

Awal Bumdes Sablon

Khoirul
Bersama tiga temannya yang juga masih sebaya, Khoirul menceritakan awal mula pembentukan Bumdes unit usaha sablon dan percetakan yang diberi nama "Maju Mapan" tersebut.

"Unit usaha sablon dan percetakan ini kami mulai sejak bulan Oktober tahun lalu (2020), saya dulu pernah kerja di perusahaan sablon, kemudian keluar dan ditawari oleh Pak Kades Laga, untuk membuat usaha sablon di Desa, dengan anggaran awal Rp. 20 juta, kami belikan peralatan sablon, bahan - bahan kaos dan tinta, Alhamdulillah terus berkembang, kemudian ditambahi lagi anggaran Dana Desa Rp. 50 juta untuk pengembangan," papar Khoirul.

Stabil Saat Pandemi

Saat dikonfirmasi terkait jumlah omzet bulanan dan dampaknya dari pandemi Covid 19 ini, Khoirul menyampaikan tidak terpengaruh, alias tetap stabil, karena dibantu pemasarannya oleh Kades Muda Laga, yang juga seorang pembalap dan hobby motor trail itu.

"Omzet kotor kami mencapai Rp. 15 - 19 Juta per bulan, setelah dipotong untuk biaya operasional, bahan baku dan listrik, hasil keuntungannya kami bagi sebagai pengelola, tukang jahit, kemudian untuk terakhir pendapatan asli Desa (PADes) kami bisa berikan sebesar Rp. 400 Ribu setiap bulannya, Alhamdulillah kami bisa memberikan manfaat untuk pembangunan Desa kami," paparnya kepada Monitor Ekonomi. 

Bangun Desa Wisata

Kades Bangsri, Laga Kusuma merasa bangga akan kreatifitas para pemuda warga Desa Bangsri, setelah sukses membangun Kampung Pelangi yang berada tak jauh dari usaha sablon tersebut, Pemerintah Desa Bangsri, terus berupaya mengembangkan potensi wisata yang dulunya sangat kumuh.

Namun sayangnya, sejak pandemik Covid 19, dan pemberlakuan untuk penghentian kegiatan yang berpotensi kerumunan massa, dan pembatasan kegiatan masyarakat, Wisata Kampung Pelangi menjadi sepi pengunjung.

"Kami sebenarnya ingin membuat event - event di Kampung Pelangi ini, namun karena ada aturan pembatasan sosial dan kegiatan masyarakat, semuanya terhenti, beruntung usaha sablon masih bisa jalan lancar," ungkap Kades Laga Kusuma. (Rome)


Posting Komentar

0 Komentar