Di Era New Normal, MC Edupark dan Keramik Balong Jadi Pilot Project Wisata di Blora

BLORA, ME - Wisata edukasi Migas Cepu Edupark (MC Edupark) dan wisata edukasi Keramik Balong berpotensi menjadi proyek percontohan (pilot project) wisata yang akan dibuka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora pada tatanan kehidupan baru (new normal).

"Kami menyiapkan dua destinasi wisata edukasi yakni MC Edupark dan Keramik Balong untuk uji coba terapkan protokol new normal pariwisata," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora, Slamet Pamuji, Sabtu (30/05/2020).

Dipilihnya dua objek wisata edukasi ini, lanjut Mumuk sapaan akrab Slamet Pamuji, karena memiliki konsep yang berbeda.

"Kalau MC Edupark merupakan objek yang dikunjungi secara masal. Ini memiliki tantangan yang lebih sulit dari pada Keramik Balong yang menawarkan secara paket," terang Mumuk.

Mumuk mengaku, pihaknya kini sedang matangkan dengan tahap pembuat resume.

"Kami sedang matangkan. Ini masih tahap membuat resume selanjutnya melakukan sosialisasi, setelah itu kami lakukan uji coba dan simulasi.” ujar Mumuk.

Mumuk menegaskan, saat ini yang paling utama adalah berlatih dengan protokol kesehatan yang baru. Kemudian akan dilakukan evaluasi. Apabila kondisi sudah siap seperti imbauan pemerintah.

"Memang tidak bisa diterapkan secara tiba-tiba. Kita lihat dulu, apakah selama uji coba sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Jika belum, akan di tutup lagi. Kita harus mengakui, memang sulit karena terkait dengan perilaku manusia," ucapnya.

Menurut Mumuk, persiapan bukan hanya dilakukan terkait destinasi wisata saja. Namun, juga terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), terutama di dua destinasi tersebut.

"Kami juga mulai memberikan pemahaman sekaligus edukasi kepada pelaku pariwisata termasuk pelaku bisnis atau UMKM yang ada di dua destinasi tersebut," paparnya.

Mumuk mengatakan, edukasi tersebut juga melakukan koordinasi dengan para pelaku pariwisata. Pihaknya mengajak semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan ketika nanti pariwisata benar-benar dibuka.

"Jadi kami terus mengajak mereka untuk taat protokol COVID-19, seperti cuci tangan, jaga jarak, kemudian memakai masker dan lain sebagainya," jelasnya.

Terkait kapan destinasi wisata itu akan dibuka, pihaknya masih menunggu protap yang disusun.

"Kami akam membuka dua destinasi wisata edukasi tersebut kalau protapnya sudah selesai," pungkasnya.***(Red/Ely)

Posting Komentar

0 Komentar