Ekonomi Babak Belur Karena Wabah Corona!

Merebaknya pandemik wabah virus Corona memiliki dampak yang luas secara ekonomi. Hal ini terjadi karena adanya himbauan dari Pemerintah, untuk melaksanakan sosial distance atau menjaga jarak sosial, guna memutus mata rantai penyebaran wabah virus tersebut.

Dan itu berlaku di seluruh Indonesia, termasuk warga Kabupaten Blora. Meskipun belum sampai terjadi penutupan arus keluar masuk, antar wilayah atau lockdown, yang memang belum menjadi kebijakan Pemerintah Pusat. Karena hal itu, bisa memukul perekonomian nasional, sebagai dampak utamanya.

Lalu bagaimana di Blora, kebijakan untuk meliburkan seluruh anak - anak sekolah, perkuliahan, dan pembatasan rapat - rapat atau pertemuan yang melibatkan orang banyak, event - event hiburan, cukup berdampak bagi perekonomian masyarakat di sektor informal, dan ini pun butuh penanganan yang serius juga dari Pemerintah Daerah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Meskipun Perintah Kabupaten Blora, belum mengukur dampak tersebut, namun secara real beberapa pelaku ekonomi non formal, telah merasakan dampaknya secara nyata. Seperti kantin sekolah, warung - warung makan, perhotelan, dan perdagangan umum, barang dan jasa juga mengalami perlambatan pendapatan dari hari ke hari, sampai 14 hari ke depan, atau bahkan bisa lebih, mengingat BNPB Pusat telah mengumumkan masa darurat bencana hingga 29 Mei 2020 nanti.

Namun tidak semua bencana, selalu berdampak negatif, pasti ada dampak positif yang menyertainya, yaitu penghematan belanja rutin, rapat, perjalanan dinas dan akomodasinya, makan minum, bahkan bisa menghemat listrik, bila memang di Blora, dilaksanakan bekerja dari rumah. Akan tetapi pertanyaannya, apakah hal itu, akan efektif dan maksimal outputnya bagi pelayanan masyarakat? Wong kerja di kantor saja masih seenaknya, apalagi di rumah?

Bagaimanapun, ini adalah situasi yang sulit, dan dibutuhkan kearifan serta semangat untuk saling menguatkan, saling membantu, bergotongroyong, tidak saling menghujat, apalagi berupaya memperkeruh suasana politik menjadi tidak kondusif, apalagi di momen mau Pilkada ini. Semua harus menahan diri, yang kaya, terus membantu yang miskin, yang miskin juga harus bermental baja, tidak mudah tersulut emosi.

Terakhir, ada masukan dari teman, seorang Dirut BUMD di Blora, mengingat himbauan untuk tinggal di rumah, tentunya masyarakat akan lebih banyak waktu, untuk memainkan keterampilan jarinya di atas layar telpon pintarnya, mbok iya o, tarif kuota internetnya, di diskon hingga 50 %, untuk mensukseskan "Social Distance", biar tidak bergerombol mencari wi -fi gratis, karena kuotanya habis. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar