Tolak Radikalisme, Ratusan Pelajar SMK Ikuti Bela Negara

Foto : Pelatihan Bela Negara pada pelajar SMK se Kabupaten Blora
• Program Bela Negara
Blora, ME - Merasa prihatim dengan maraknya radikalisme, penyebaran hoax dan ujaran kebencian, termasuk kenakalan remaja. Ratusan siswa siswi perwakilan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Kabupaten Blora mengikuti Program Pelatihan Bela Negara, yang diselenggarakan oleh Kantor Kesbangpol Blora, bekerjasama dengan Kodim 0721/Blora. Bertempat di Gedung Pertemuan Dekopin Blora, yang berada persis di utara Kantor Kesbangpol tersebut. Pelatihan diselenggarakan selama 2 (dua) Hari berturut - turut, Selasa - Rabu (23 -24/7/2019). Menurut Kepala Kesbangpol Blora, Sahid mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para pelajar SMK tentang kedisiplinan dan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.

Mendidik mental Bangsa
" Tujuan dari penyelenggaraan Bela Negara, adalah untuk mendidik mental anak bangsa, di kalangan pelajar SMK, agar mereka punya kesadaran dan rasa cinta Tanah Air kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia," papar Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Blora, di kantornya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai upaya membentengi para pelajar dari perilaku - perilaku kenakalan remaja dan masuknya paham radikalisme dan terorisme.

Turut hadir dalam wawancara, Kepala Staf Kodim 0721/Blora, Mayor Kav. Hyasintus K Waleng, mewakili Dandim 0721/Blora, yang menyampaikan pentingnya pendidikan dan pelatihan Bela Negara di kalangan pelajar.

"Kami akan memberikan pendidikan kedisiplinan fisik dan mental, melalui baris berbaris dan pengetahuan Wawasan Kebangsaan Kita, agar mereka memiliki mental yang baik, yaitu disiplin, bertanggungjawab dan Cinta Pada Tanah Airnya tinggi," tandasnya.

Pelajar Tolak Radikalisme
Saat mengkonfirmasi, kesan dan pesan dari 2 ( dua ) pelajar, siswa dan siswi yang ikut dalam petihan Bela Negara tersebut, mereka merasa sangat bangga, bisa mengikutinya. Menurut, siswa dari SMK 1 Randublatung ini, mengungkapkan bahwa pendidikan Bela Negara sangat penting, untuk mengetahui apa arti kedisiplinan, kebersamaan dan Bela Negara itu sendiri. Saat dikonfirmasi terkait kasus pembunuhan di Randublatung yang melibatkan komunitas anak jalanan yang banyak disebut Punk, yang usianya mestinya masih sekolah.

"Pelajar jangan sampai ikut - Ikutan menjadi anak jalanan seperti mereka, yang tidak tahu apa arti hidup, jangan sia - siakan waktumu untuk hidup di jalanan, masa depan milik kita sendiri, jadi kitalah yang menentukan, ikutlah Bela Negara agar tahu arti, kedisiplinan, tanggungjawab, kebersamaan dan cinta kepada Bangsa dan Negara," tandasnya.

Saat mereka dikonfirmasi terkait radikalisme, Bunga, siswi SMK Cepu, mengungkapkan sangat menolak paham radikalisme agama dan Budaya yang tidak sesuai dengan Budaya Bangsa Indonesia.

"Kami sangat menolak paham radikalisme agama dan terorisme, jangan sampai pelajar terjerumus ke dalam paham tersebut, dan jangan ikuti Budaya yang tidak sesuai dengan Kita, sebagai bangsa Indonesia, yang ramah, santun dan penuh toleransi sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," tandasnya.

Posting Komentar

0 Komentar