Sumaryati Arjoso: " Kebocoran Anggaran 25% dan Temuan BPK 30%"

dr. Sumarjati Arjoso, M.Kes
Kebocoran APBN
Sumarjati Arjoso mengungkap, apa yang disampaikan oleh Calon Presiden 02, Prabowo Subianto, terkait kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mencapai 25%, saat dikonfirmasi oleh media di Blora, di kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK di Desa Sitirejo, Kecamatan Tunjungan, pada Senin, 25/2/2019.
" Pak Prabowo mengungkapkan kebocoran anggaran 25%, sedangkan temuan BPK malah mencapai 30%, itu APBN secara umum ya, terutama di PUPR dan Perhubungan, seperti kasus proyek air bersih, dari pusat hingga daerah yang minta fee hingga 10%, kini ditangani oleh KPK," ungkapnya.

Bicara kemiskinan
Saat disinggung terkait kemiskinan yang masih tinggi, meskipun sudah digelontorkan Dana Desa dan anggaran dari sumber lainnya, Sumaryati Arjoso, Anggota DPR RI Komisi IX dari Partai Gerindra itu mengungkapkan, bahwa transparansi sudah diupayakan dengan baik.
" Saya lihat di kantor - kantor Desa memasang infografis penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, yang bersumber dari Dana Desa, Bantuan Keuangan dan Aspirasi Dewan, sehingga jumlahnya mencapai Rp. 1 Milyar per desa, itu bagus ada transparansi, untuk pelaksanaannya bisa diawasi oleh seluruh elemen masyarakat, lalu kenapa masih banyak kemiskinan, karena datanya tidak sesuai , jadi bantuannya tidak tepat sasaran, ini harus dibenahi," paparnya.

Persoalan BPJS
Selain kemiskinan, masalah pelayanan BPJS Kesehatan juga masih amburadul.
" Data - data penerima pelayanan BPJS, juga masih banyak masalah dan tidak tepat sasaran, padahal kami dari Komisi IX sudah berikan anggaran sekitar Rp. 500 juta untuk pendataan, agar pelaksanaannya sesuai harapan, yang benar - benar miskin mendapatkan haknya untuk pelayanan kesehatan yang maksimal, tanpa dipungut biaya, karena sudah ditanggung oleh negara, dan Partai Gerindra terus melakukan pengawasan dan pengawalan program itu, agar berjalan dengan baik dan lancar," ujar Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, yang saat ini juga akan kembali berkontestasi dalam Pemilihan Legislatif 2019, dari Partai yang sama, di Daerah Pemilihan Jawa Tengah 3, yang meliputi Kabupaten Blora, Rembang, Pati dan Grobogan. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar