Bupati Blora : " Saya ikut mewek, terharu lihat semangat mereka"

Hari Disabilitas Internasional
Blora-ME, Hari ini, Kamis (6/12/2018) adalah hari yang tak terlupakan bagi para guru, orang tua dan anak - anak penyandang disabilitas, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, dihadiri oleh ratusan anak - anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB dan SMPLB) di seluruh Blora. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Blora, Sri Handoko menyampaikan, komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang sebaik - baiknya pada para penyandang disabilitas di Blora. Kesetaraan pemenuhan kebutuhan dan bantuan yang sama seperti warga yang normal.
" Sesuai dengan Instruksi Presiden Jokowi, untuk memperlakukan para penyandang disabilitas dengan baik dan adil, serta membuka seluas - luasnya kesempatan kerka dan kesejahteraannya, dan kami akan verifikasi dan memvalidasi data mereka (penyandang disabilitas) kemudian diberikan kartu identitas, agar memudahkan pelayanan bantuannya," paparnya.

Saat Bupati " Mewek "
Bupati Blora turut hadir dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional
Bupati Blora, Djoko Nugroho mengapresiasi pelaksanaan peringatan Hari Disabilitas Internasional itu, bahkan sebelum berpidato, meminta guru pengajar untuk siswa tuna rungu, yang menggunakan bahasa isyarat untuk mendampinginya.
" Saya minta guru bahasa isyarat untuk menterjemahkan pidato saya, agar yang anak - anak tuna rungu bisa mengerti apa yang saya sampaikan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Pak Kokok panggilan akrab Bupati Blora, meminta agar para guru dan orang tua penyandang disabilitas, agar bersabar dan tetap bersyukur kepada Allah SWT, atas karunia-NYA, ketahuilah bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, Tuhan Maha Adil, tadi ada yang menari dan menyanyi bagus sekali, saya sampai mewek, terharu, bakat mereka seperti anak - anak pada umumnya, bahkan lebih," ungkapnya. " Perlakukan dan layani mereka dengan baik, seperti orang normal lainnya, kami sebagai pemerintah akan berusaha membuka ruang pemberdayaan untuk mereka, kemarin saya berikan satu kios di pasar Sido Makmur, di Gabus, untuk paguyuban penyandang disabilitas, Pak Kandar, untuk memasarkan produk batik mereka," tambahnya.

Bonus Atlet Disabilitas
Perlakuan yang sama juga diharapkan kepada para atlet penyandang disabilitas yang telah mengharumkan nama Blora dalam ajang Pekan Olahraga Paralimpiks tingkat Jawa Tengah, yang berhasil menggondol medali emas, perak dan perunggu, atas prestasinya.
" Saya minta bonus atlet disabilitas berprestasi disamakan jumlahnya untuk atlet normal, kalau emas kemarin dapat Rp. 40 juta, mereka juga harus dapat jumlah yang sama, karena sama - sama berprestasinya untuk Blora," ujar Bupati Blora, Djoko Nugroho.
Selain itu, Bupati juga meminta kepada pihak Kepolisian yang hadir, mewakili Kapolres Blora, yaitu Komisaris Polisi, Samhadi, agar memberikan kemudahan khusus bagi penyandang disabilitas dalam mengurus Surat Ijin Mengemudi.
" Kami minta kenang-kenangan yang terindah untuk para disabilitas yang butuh SIM, agar dibuatkan segera, sebelum Pak Saptono (Kapolres.red) pindah ke Kudus, mohon disampaikan Pak Wakapolres," tambahnya. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar