WANTILGUNG, MENUJU DESA MODERN

Blora-ME, Pernahkah andha membeli makanan ringan berupa kerupuk lebar dan pipih tipis, yang rasanya gurih dan sedikit asin dengan bahan dari ketela pohon? Krupuk Sermiyer, yang biasa dijajakan dipikul dari rumah ke rumah oleh warga Desa Wantilgung. Ya..sentra produksi krupuk Sermiyer memang ada disana, hampir setiap rumah memiliki usaha ini. Perlu diketahui, berkat Sermiyer yang pemasarannya sangat luas ini, mampu meningkatkan perekonomian warganya. 

Namun meskipun berada dalam pertumbuhan ekonomi yang bagus, penataan lingkungan desa masih terkesan kumuh. 

Yuntarno, Kades Wantilgung mengungkapkan," Warga kami adalah pekerja keras, disamping usaha krupuk sermiyer, rata - rata mereka juga memelihara minimal dua ekor sapi, dan ini yang menjadi masalah, populasi sapi desa kami mencapai 1000 ekor, dan itu dipelihara di sekitar rumah, sehingga kotorannya menumpuk dan bau, lingkungan tercemar dan tidak sehat, saat ini kami sedang fokus menata lingkungan desa, Dana Desa yang cair dua tahap kami gunakan untuk membangun jalan paving sepanjang 265 meter dengan lebar 4 meter, menghabiskan Dana Rp. 300 juta, kemudian pembangunan jembatan dengan panjang 9 meter, lebar 2,5 meter dengam anggaran Rp. 285 juta, termasuk pembangunan saluran air dan penutup yang berfungsi sebagai trotoar disepanjang jalan masuk Desa Wantilgung, pankangnya masing - masing 60 meter, dengan diberi tempat bendera setiap meternya, untuk merayakan kemerdekaan ke 73," tambahnya. 

Upaya penataan memang bagus Dan layak diapresiasi until kemudian ditingkatkan. (bb)

Posting Komentar

0 Komentar