IKLAN

Iklan Banner

Mahasiswa Peneliti Dari Jerman Datang Ke Blora, Ikuti Peringatan Samin Surosentiko

Bupati Arief Rohman hadiri Peringatan 119 Tahun Perjuangan Mbah Samin Surosentiko

"Saat hadir di 119 Tahun Perjuangan Samin Surondiko, Bupati Arief Dorong Ajaran Samin "Masuk Sekolah", selain dihadiri Bupati Arief dan istrinya, 3 Mahasiswa calon Doktor (S3) dari Universitas Berlin jurusan Anthropologi juga turut hadir untuk melakukan penelitian"

Bersama tiga Calon Doktor dari Universitas Berlin Jerman, Bupati Arief beserta istrinya ikuti prosesi Lamporan

Peringatan Perjuangan Samin
BLORA, ME - Ratusan orang yang tergabung dalam Komunitas Sedulur Sikep Samin, kembali gelar Peringatan 119 tahun perjuangan Samin Surondiko atau dikenal Mbah Samin Surosentiko yang digelar di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surondiko, Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Minggu malam (15/3/2026).

Turut hadir Bupati Blora, Arief Rohman bersama Istrinya, Ibu Ainia Shalichah Arief Rohman di acara yang mengusung tema "Nyawiji Guyub Nutugno Lakon" tersebut menjadi momentum untuk guyub bersama - sama melanjutkan nilai-nilai perjuangan Samin. 

Sedulur Sikep, Blora, Bojonegoro, Ngawi, Pati, Grobogan, Madiun, Ponorogo, dan Rembang juga ikut hadir pada acara perjuangan Ki Samin Surosentiko digelar di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surondiko ini. 

Rangkaian acara dimulai sejak siang hari, dengan acara Timbang Gunem/Cocokan Lakon, Srawung Adam Timur. Pada malam harinya, digelar Lamporan dan Suluh Samin dan ditutup dengan tradisi Brokohan atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan.

Lamporan sebagai simbol api perjuangan Samin Surosentiko dalam melawan Kolonial Belanda tanpa menggunakan senjata

Dimulai Sejak.2022
Gunretno, salah satu sesepuh Samin asal Pati, mengatakan peringatan perjuangan Mbah Samin dimulai sejak 2022, bangun Pendopo Pangayoman yang disengkuyung bersama dan setiap setahun sekali diperingati disini. Dan setiap ketemu, Gunretno mengajak Sedulur Sikep untuk bersama - sama  membuktikan perjuangan mbah samin ini. 

"Rangkaian acara dimulai sejak siang hari dengan Timbang Gunem/cocokan lakon, srawung adam timur. Pada malam harinya, digelar Lamporan dan suluh samin dan ditutup dengan tradisi Brokohan atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan," ucapnya. 

Gunretno berharap acara ini juga bisa memberikan pengetahuan dan diteruskan oleh generasi saat ini. Di saat yang sama, Bupati Blora, Arief Rohman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan ini.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora sangat mengapresiasi sedulur semua yang masih uri uri tradisi yang menurut saya luar biasa ," ujar Bupati Arief.

Mendukung Ajaran Samin
Gus Arief Rohman sapaan akrabnya, terus berkomitmen mendukung ajaran mbah samin Surondiko bisa dilestarikan dan dipertahankan.

"Saya juga pernah ke Sawahlunto, kita ingin apa yang jadi tinggalannya (Mbah Samin.red) bisa dipertahankan, dan tentunya ajaran-ajaran apa yang perlu dilakukan tentunya harus dilestarikan karena ini kekayaan adat budaya milik kita," imbuhnya. 

"Sebagai bentuk penghormatan kepada Samin Surosentiko, nama beliau telah diabadikan di beberapa fasilitas publik di Blora, antara lain Gedung Samin Surosentiko dan RSUD Randublatung Samin Surosentiko," tuturnya. 

Lebih lanjut, Bupati juga berterimakasih atas ilmunya bagi anak- anak sekolah, sehingga mereka tahu akan ajaran dan perjuangan mbah Samin kepada mereka. 

"Kalau bisa tulisan tulisan tentang samin ini bisa terus diperluas, dan bisa ditaruh di perpustakaan, agar bisa menjadi wawasan bagi anak anak kita," ucapnya. "Terimakasih pada yang sudah datang di acara ini baik dari Blora maupun luar Blora, dan saya harap kegiatan ini terus dilakukan setiap tahunnya," pungkasnya. 

Penelitian Mahasiswa Jerman 
Sementara itu, Koordinator Penyelenggara Peringatan 119 Perjuangan Mbah Samin Surosentiko, Exi "Crot" Wijaya, kepada Monitor Ekonomi menyampaikan melalui pesan whatsapp, bahwa kegiatan tersebut juga dihadiri tiga Mahasiswa dari Universitas Berlin Jerman, Jurusan Anthropologi untuk melakukan penelitian di Jawa dan Lombok.

Masih menurut Exi, Koordinator Penyelenggara Kegiatan mengungkapkan bahwa Acara Peringatan yang digelar rutin setahun sekali ini, gemanya bisa  mendunia, pasalnya dihadiri oleh 3 Peneliti dari Universitas Berlin, Jerman yang akan meraih gelar Doktor Anthropologi.

"Namanya Saulia, Niam dan Linch, Mereka Mahasiswa S3 Antropologi Universitas Berlin, Ambil jurusan Antropologi Lombok dan Jawa, Mereka di sini penelitian selama satu tahun. Peneliannya bukan hanya di Blora, tapi Jawa dan Lombok. Dan mereka tertarik datang ke acara semalam, karena itu bagian dari penelitian mereka. Dari Jogja mereka keliling jawa dan lombok, lalu balik lagi ke Jogja dan keliling lagi, yang Saulia, dia ngajar antropologi di UI Jakarta" ujarnya. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar