Dedikasi Bripka Puguh Pada Kaum Disabilitas

Bripka Puguh Agung sedang mengajari anak penyandang disabilitas tuna netra untuk membuat karya seni metode ecoprint presisi di Randublatung

"Polisi melayani dan mengayomi rakyat kecil dan terpinggirkan telah dilaksanakan benar oleh anggota Satlantas Polres Blora, dengan penuh dedikasi dan pengorbanan, membantu pendidikan para penyandang disabilitas  di Randublatung"

Polisi Pengabdi Rakyat

BLORA, ME - Mungkin apa yang dilakukan oleh Bripka Puguh Agung DPT, SH, MH, sangat langka, sekaligus bak oase di tengah gurun pasir, yang tandus dan panas. Di sela - sela kesibukannya sebagai Anggota Satlantas Polres Blora, Polda Jawa Tengah, masih menyisihkan waktunya untuk membimbing dan mendidik para penyandang disabilitas di Randublatung, yang berjarak sekitar 50 kilometer dari rumahnya.

Dapat dibayangkan, betapa repotnya menempuh jarak dari Jepon - Blora - Randublatung, usai menjalankan tugas dinasnya, hanya untuk mendidik anak - anak penyandang disabilitas dari keluarga miskin, di Rumah Belajar, milik seorang Tokoh Masyarakat Kelurahan Wulung, Kecamatan Randublatung.

"Saya merasa terpanggil untuk membantu anak - anak penyandang disabilitas di Randublatung ini, awalnya juga tidak mudah, kita harus datangi mereka satu persatu, kita ajak belajar bersama," ujar Bripka Puguh kepada Monitor Ekonomi.

Dengan sabar Bripka Puguh Agung, mendatangi anak didiknya, Tegar dan mengajari melukis penyandang tuna daksa

Punya Bakat Terpendam

Saat membimbing dan mendidik, Bripka Puguh meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa, tetap memberikan kelebihan di balik kekurangan mereka, atau punya bakat terpendam, dan memiliki jiwa seni yang tinggi, saat belajar.

"Saat mendidik anak - anak ini, saya punya keyakinan bahwa setiap mahluk ataupun manusia yang diciptakan dan dilahirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk anak - anak yang kami bina, mereka punya bakat seni yang tinggi, dan ini harus dibina dan dikembangkan, anak - anak ini memiliki insting dan ketekunan yang tinggi dalam berkarya," ungkapnya.

Dan Bripka Puguh pun melakukan semua itu dengan tulus ikhlas, bahkan membiayai sendiri pembelian alat - alat pembelajarannya, dari merogoh saku atau gajinya sendiri, serta dibantu para donatur yang bersimpati akan perjuangan dan pengabdiannya, karena tidak mungkin memungut biaya dari orang tua mereka.

Batik Ceplok karya orang tua penyandang disabilitas yang dilatih oleh Bripka Puguh

Produksi Batik Ceplok

Berkat kesabarannya, belasan anak didiknya itu, bisa membuat karya batik dengan metode ecoprint presisi, yaitu memukul - mukul dari semua sisi median kain yang telah diberikan cap di bawahnya, yang kemudian dipukul - pukul oleh penyandang tuna netra, dan penyandang disabilitas lainnya. Hasilnya, sungguh luar biasa, bagaikan karya lukisan abstrak yang bernilai estetika seni yang tinggi.

"Alhamdulillah..anak - anak kami bisa membuat karya - karya batik dengan metode ecoprint presisi yang bernilai seni tinggi diatas kain, yang telah mereka ceplok dengan ketajaman naluri dan keterampilan tangan mereka, saat memukul pola - pola yang sudah kita siapkan, luar biasa indah sekali, dan kami juga sedang berpikir untuk memberikan pelatihan kepada orang tua mereka, agar juga bisa membuat batik dari kukusan daun - daun ini, untuk dibuat di rumah masing - masing, hasilnya dikumpulkan ke kami, dan kita upayakan penjualannya, bareng karya anak - anaknya," bebernya kembali.

Berkat pengabdian dan dedikasinya yang tinggi Mabes Polri membuat film dokumenter untuk pembentukan citra Kepolisian Republik Indonesia yang humanis dan berwibawa dalam melayani dan mengayomi masyarakat seluruh Indonesia.

Dukungan Terus Meningkat

Hasil kerja keras yang panjang itupun membuahkan hasil, masyarakat semakin banyak yang sadar, untuk membantu operasional Rumah Belajar, yang dikelola dalam Yayasan Insan Mandiri Blora Selatan tersebut, mengingat jumlah peserta didik senakin banyak, dan membuat tempatnya sudah tidak mencukupi, Bripka Puguh berinisiatif meminta bantuan tempat untuk belajar yang lebih luas lagi, dan hal itupun mendapatkan perhatian dari Gubernur Ganjar Pranowo.

"Pak Gubernur Ganjar Pranowo tahu aktifitas ini, dan beliau akan membantu mencarikan solusi tempat dan bahkan akan membantu membuat satuan pendidikan menjadi Sekolah Luar Biasa, atau SLB, dan ditempatkan di bekas sekolah SD Negeri Wulung 5 yang sudah tidak terpakai lama, Alhamdulillah, ini lagi kita bersih - bersihkan bersama warga, kita renovasi agar lebih nyaman dan bagus, karena kondisinya sudah rusak berat, dan itu kami biayai sendiri bersama para donatur, termasuk para Pimpinan kami," ungkapnya.

Dukungan Atasan Langsung

Bripka Puguh pun menyampaikan terima kasih atas ijin dan bantuan dari Pimpinannya baik di jajaran Polres Blora, Polda dan Mabes Polri, untuk mengembangkan Rumah Belajar untuk para penyandang disabilitas didikannya.

"Bapak Kapolres  sangat mengapresiasi dan membantu kami, dengan berkenan memberikan ijin resmi untuk saya, agar bisa mendidik anak - anak, kemudian Bapak  Kapolri, juga mengetahuinya, dan mendukung, bahkan beberapa waktu yang lalu Mabes Polri membuat film dokumenter tentang kami, untuk Pemerintah Kabupaten Blora, kami berharap bisa segera diproses SLB di Randublatung, karena ternyata di sini banyak saudara - saudara kita yang menjadi penyandang disabilitas" ungkap Bripka Puguh, menutup wawancara dengan Monitor Ekonomi. (Rome)


 Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama, SIK, (kanan) berfoto bersama Bripka Puguh Agung DPT, SH, MH (kiri)

Posting Komentar

0 Komentar