Belajar Luar Kelas Sehari, Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Menyanyikan lagu perjuangan " Maju Tak Gentar " sebelum mengikuti program satu hari belajar diluar kelas dalam rangka Peringatan Hari Anak Internasional (Foto: Humas)
Belajar Luar Kelas
SOLO, ME- Sejumlah 780 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta berpartisipasi dalam Gerakan Dunia Satu Hari Belajar di Luar Kelas (Outdoor Classroom Day). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 7 Nopember 2019. Serentak dilaksanakan di sekolah-sekolah di Indonesia dan seluruh dunia untuk memperingati Hari Anak Internasional. Ada 17 jenis kegiatan yang dilakukan dalam waktu sehari sebagaimana edaran yang diterima. Pagi hari para siswa disambut oleh para guru yang telah bersiap di pintu gerbang sekolah. Para siswa diajak beraktivitas di luar kelas. Setelah do’a pagi dilorong kelas, para siswa berkumpul di lapangan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza yang merupakan penguatan pendidikan karakter (PPK) nasionalisme, cinta tanah air. 

Pendidikan Karakter Anak
Selanjutnya rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Dilanjutkan dengan  sarapan sehat bersama-sama. Mereka membawa bekal makanan dari rumah, kemudian duduk rapi berjajar dan saling berhadapan. Setelah diingatkan adab makan dan berdoa sebelum makan, mereka menikmati bekal sarapan sehat dari rumah. Penguatan karakter keimanan dilakukan dengan cara pembiasaan berdo’a sebelum dan sesudah makan. Sedangkan karakter cinta lingkungan dilakukan dengan cara memeriksa lingkungan, menyingkirkan barang-barang yang berbahaya bagi sekitar. Selain itu juga kegiatan pembiasaan peduli terhadap penggunaan listrik semisal mematikan lampu, kipas angin, ataupun kran. Penguatan karakter gemar membaca dilakukan dengan kegiatan literasi. Para siswa asyik menikmati bacaan di tangga sekolah, di bawah pohon dan tempat yang mereka rasa nyaman di luar kelas. 

Dolanan Dakonan
Pelestarian Dolanan Tradisional
Para siswa bertambah antusias ketika dilaksanakan kegiatan pelestarian dolanan tradisional. Di sini para siswa mencoba beragam permaianan tradisional Indonesia. Ada lompat tali, dakon, bekelan, engklet, jamuran, gangsingan, dan lainnya. Selanjutnya para siswa diajari tentang tanggap bencana dengan melaksanakan simulasi evakuasi bencana serta gerak lagu tanggap bencana.
Para Siswa juga bersemangat sangat mempraktikkan tepuk Hak Anak dan yel-yel Sekolah Ramah Anak. Kegiatan ini dikuatkan dengan dilakukannya deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) sekaligus pelantikan tim Sekolah Ramah Anak.

Hari Anak Internasional
Rangkaian kegiatan ini dilengkapi dengan bersama-sama menyanyikan lagu Maju Tak Gentar. Rona Mazaya (9th), salah satu siswi kelas 3, mengungkapkan rasa senangnya.
“Hari ini banyak kegiatan yang menyenangkan. Tadi aku bermain dakon sama teman-teman. Juga saat sarapan bersama-sama di sekolah. Jadi asyik bersekolahnya.” ungkapnya.
Adapun Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta, Ustadz Waskito, S. Pd menjabarkankan,
“Selain memperingati Hari Anak Internasional, kegiatan sehari belajar di luar kelas ini sebagai salah satu implementasi bahwa SDIT Nur Hidayah Surakarta adalah Sekolah Ramah Anak (SRA). Selain itu juga upaya mengantarkan anak-anak mencapai kompetensi yang diharapkan, khususnya dalam rangka penguatan karakter para peserta didik.” paparnya kepada Monitor Ekonomi.
(Humas/nugie/me)

Posting Komentar

0 Komentar