Optimisme Partai Demokrat Hadapi Pemilu 2019

Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Ir. Bambang Susilo
Konsep pemenangan Demokrat
Blora-ME, Dalam rangka mempersiapkan kontestasi politik yaitu Pemilihan Umum Serentak 2019, terutama di pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Partai Demokrat telah mempersiapkan konsep - konsep yang disebut sebagai " rahasia perusahaan " oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora, Ir. Bambang Susilo.
" Partai Demokrati memiliki beberapa konsep, yang disampaikan kepada seluruh caleg kami, dan target kami, Demokrat tetap menang, hal itu dikarenakan potensi caleg unggulan kami, tersebar di seluruh dapil, setiap dapil kami punya lebih dari dua yang menjadi unggulan, tinggal kami arahkan sebaik - baiknya," ungkap Politisi dari Desa Tawangharjo, Kecamatan Kunduran, Blora, di ruang lobby Gedung DPRD Blora, usai memimpin sidang paripurna penyampaian nota keuangan, oleh Bupati Blora, pada hari Sabtu (24/11/2018).

Bangun optimisme Partai
Seperti yang diketahui, konstelasi politik di Blora, tampaknya memang sepi, namun menyimpan bara yang panas. Fenomena perpindahan para caleg petahana dari Partai Demokrat ke Partai lain, tak ayal menimbulkan perpecahan dan kegalauan di tataran akar rumput Partai, tersebut Siti Rohmah Yuni Astuti, dari dapil Blora 5, ( Tunjungan, Banjarejo dan Ngawen) dan Sakijan dari Dapil Blora 4, ( Kunduran, Todanan, Japah ), namun hal itu ditanggapi dengan tenang, seolah tidak ada sesuatu yang perlu dirisaukan.
" Dalam politik itu biasa terjadi, dan itu dialami semua Partai, tidak berpengaruh bagi kami, karena kami sudah punya strategi sendiri, masing - masing Partai punya gaya sendiri, dan kami tetap harus optimis," ungkapnya diplomatis.
Namun ujian itu seakan tidak berhenti melanda Partai nomor urut 14 dengan tanda gambar " Bintang Mercy ", beberapa caleg potensial juga memilih pensiun alias tidak mencalonkan diri lagi, Bambang Sulistya, Susanto dari Dapil Blora 1 ( Blora, Jepon, Jiken dan Bogorejo), termasuk Bambang Susilo, sang Ketua DPC sekaligus, Ketua DPRD Blora. yang memilih untuk mencalonkan putranya, Yusuf Abdurrohman, dari dapil yang sama, yaitu Blora 4, Kunduran, Todanan dan Japah.
" Untuk regenerasi Partai, saya mundur, biarlah anak saya, Yusuf Abdurrohman, yang baru saja lulus kuliah dan kebetulan tertarik mengikuti jejak saya, menjadi politisi." ungkapnya, beberapa waktu yang lalu kepada Monitor Ekonomi.

Tangan dingin Ketua
Ada sesuatu yang menarik perhatian dan mengejutkan masyarakat, di tengah dinamika perpolitikan Kabupaten Blora ini, langkah sang Ketua DPRD Blora (2014-2019) dari Partai Demokrat, Bambang Susilo, yang memilih untuk mundur dari dunia politik, dan memberikan kesempatan kepada putra keduanya, Yusuf Abdurrohman untuk menggantikannya, sebagai bentuk estafet dan regenerasi. Seperti kita ketahui, ditengah badai yang melanda DPP Demokrat, akibat kasus - kasus besar yang melibatkan pucuk pimpinannya, sebut saja Anas Urbaningrum, sang Ketum, Andi Mallarangeng, Nazarudin, Angelina Sondakh, adalah pengurus elite pusat yang terjerat kasus korupsi proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Jawa Barat, dan berpengaruh pada turunnya elektabilitas Partai Demokrat, namun hal itu tidak berpengaruh di Blora, justru di bawah tangan dingin seorang Bambang Susilo, Demokrat mampu memperoleh 8 kursi, dan menjadi pemenangnya, dan kini menjadi pertanyaan, masihkah bisa Partai Demokrat menjadi pemenang, mengingat sang patron undur diri, dan kegalauan melanda massa akar rumput pemilih Demokrat sebelumnya. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar