LBM - WI Jepara Bertekad Genjot Pertumbuhan UMKM

LBM-WI Kabupaten Jepara siap melakukan pendampingan untuk pelaku UMKM di berbagai sektor usaha

"Lembaga Barisan Muda Wira Usaha Indonesia (LBM-WI), merupakan lembaga swasta yang mengemban amanah untuk menaikkan kelas UMKM, atau yang disebut UMKM naik kelas, artinya yang semula tradisional bisa maju dan berkembang"

Giat Pendampingan UMKM
Jepara, ME - Ketua DPC LBM - WI, Nur Hariyanto, mengungkapkan kepada Monitor Ekonomi terkait peran dari Lembaga Barisan Muda Wira Usaha Indonesia (LBM - WI) di Kantor Sekretariat, Jl Ahmad Yani 28B Jepara, pada Sabtu pagi (29/01/2022).

Berbagai upaya untuk mendampingi itu, di antaranya adalah pendampingan dalam hal mengurus perijinan usaha, pendampingan manajemen, dan pendampingan permodalan yang diperuntukan bagi anggota LBM -WI Jepara.

"Sekecil apapun skala usaha yang dijalankan, harus memiliki ijin (NIB).
Oleh karena itu, pendampingan manajemen dilakukan dengan menitikberatkan pada pengaturan sistem kerja, agar mencapai hasil optimal." paparnya.

Pendampingan lain yang dilaksanakan oleh LBM - WI Wilayah Jawa Tengah di beberapa Kabupaten terkait permodalan, yang bersumber dari Anggaran Pemerintah dan investasi pihak swasta, contohnya di Kabupaten Karanganyar, sukses berkat bawang putihnya. Wonogiri sukses dari hasil koro pedangnya. Klaten dengan buah - buahan dan palawija.

"LBM-WI Wilayah memiliki prioritas utama, yaitu menggenjot pemberdayaan ekonomi kerakyatan, untuk menutup kesenjangan ekonomi di kalangan masyarakat" tegasnya.

Potensi Perikanan Darat
Sedangkan Jepara memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.
Adanya potensi laut, pegunungan dan sungai, dapat menjadi faktor penunjang ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yaitu di sektor perikanan yang harus digarap optimal.

Salah satunya, adalah budidaya ikan gabus, yang dilakukan di Desa Welahan,  sektor perikanan merupakan salah satu usaha yang potensial. Di samping ikan gabus, budidaya ikan air tawar yang telah ada, seperti lele, nila dan gurami, terus dikembangkan.

Adalah Gupomo, salah satu pembudidaya ikan Gabus di desa tersebut, menceritakan awalnya dia melakukan budidaya ikan lele, karena harga jualnya minim, karena biaya pakannya yang tinggi, kemudian beralih pada budidaya ikan gabus.

"Walaupun usia panen lebih panjang, tapi nilai jualnya lebih menjanjikan, harapan ke depan, usaha budidaya ikan gabus ini, dapat menjadi mata pencaharian utama, tidak lagi bersifat sampingan." bebernya.
"Dan harapan saya, ada pendampingan permodalan dari LBM-WI Jepara, agar dapat membuat kolam permanen yang lebih representatif, dan untuk pakan ikan gabus." imbuhnya. (Dod/me)


Posting Komentar

0 Komentar